Silaturahmi Alumni Perhimak Bandung: Bapak Kasno Pamungkas M. Hum

Pada hari Sabtu, tanggal 24 Maret 2018, Perhimak Bandung mengadakan kunjungan ke kediaman Bapak Kasno Pamungkas M. Hum. yang beralamat di Perumahan Cluster Bali 2 No. 45 A. dalam rangka silaturahmi alumni. Bapak Kasno Pamungkas merupakan orang asli Kebumen, tepatnya Puring WetonWetan. Beliau, yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Kebumen, merantau ke Bandung untuk menuntut ilmu dan menggapai cita-citanya. Setelah lulus SMA N 1 Kebumen, Bapak Kasno melanjutkan untuk kuliah di UNPAD dengan jurusan yang diambilnya yaitu Sastra Inggris. Sekarang sudah berkeluarga dengan memiliki seorang istri yang bernama Riksa Pratiwi yang biasanya dipanggil Teh Ica dan dua orang anak perempuan, yang pertama masih sekolah di TK besar, sedangkan yang kedua masih berumur 3 tahun. Istrinya dahulu adalah alumni UNPAD tahun 2000. Mereka berdua dipertemukan melalui perantara bapak dari Teh Ica, yang mana merupaka alumni SMA Negeri 1 Kebumen tahun 1958. Kesibukan Pak Kasno saat ini adalah menjadi dosen disalah satu Universitas Negeri di Bandung yang juga merupakan tempat Pak Kasno pernah menimba ilmu yakni UNPAD (Universitas Padjajaran). Beliau mengampu mata kuliah Sastra Inggris dan juga menjabat sebagai staf ahli di kantor internasional UNPAD.

Kunjungan dimulai dengan perngumpulan anggota Perhimak Bandung di Asrama Perhimak Bandung. Pagi itu, Bandung beberapa kali diguyur hujan singkat yang cukup deras. Alhasil, teman-teman Perhimak Bandung tidak sedikit yang sampai dalam keadaan basah, tapi hal itu tidak menghalangi niat kami untuk bersilaturahmi. Sambil menunggu hujan reda serta teman-teman yang belum datang, teman-teman yang terlanjur kehujanan berusaha mengeringkan baju dan kaus kakinya dengan setrika yang dipinjam dari anak asrama. Sekitar pukul 11.15 WIB kami berangkat menuju kediaman Bapak Kasno. Keberangkatan dibagi menjadi dua rombongan yaitu menggunakan mobil taksi online dan motor. Kedua rombongan tersebut tidak berangkat bersamaan sehingga sempat ada yang mengalami salah jalan. Dalam rombongan mobil yang saya ikuti, tidak ada yang tahu letak rumah Pak Kasno sehingga kami semua bingung ketika mobil sudah memasuki perumahan. Berkat bantuan dari Pak Satpam yang bertugas di tempat tersebut kami akhirnya menumukan rumah Bapak Kasno. Tidak jauh beda dengan kami, beberapa teman yang menggunakan sepeda motor juga mengalami hal yang sama, yaitu sempat salah jalan. Waktu itu juga hujan masih mengguyur Kota Bandung, tetapi tidak menggoyahkan tekad dan niat kami untuk bersilaturahmi. Rombongan mobil sampai dahulu di tempat dan diikuti oleh rombongan sepeda motor. Kami semua disambut hangat oleh Bapak Kasno dan Istrinya. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB sebelum berbincang-bincang lebih jauh, kami menyempatkan melaksanakan sholat dhuhur terlebih dahulu. Setelah itu kami duduk melingkar dan berbincang-bincang dengan keluarga Pak Kasno.dengan ditemani hidangan-hidangan yang membuat perut menjadi bahagia. Rupanya, Pak Kasno telah menyediakan soto untuk kami semua makan siang – cocok sekali dengan suasana diluar yang sedang hujan. Menyantap soto yang membuat tubuh hangat dan sambutan yang hangat dari keluarga Pak Kasno sejenak melupakan kami akan pakaian basah serta tugas-tugas kuliah yang masih mengantri.

Acara makan bersama pada hari itu penuh dengan rasa kebersamaan. Tidak ada kata minder, egois, dan malu ataupun takut. Kami semua bercanda bersama, tak peduli angkatan berapa, suasana pun menjadi semakin ceria seiring pembicaraan sebab kami merasa sudah seperti keluarga. Kehebohan dan hal-hal yang konyol terus menyelinap di dalam perbincangan. Tidak ada kata senioritas, junior, dan asal universitas tetapi kita sama yaitu Perhimak Bandung. Setelah hidangan utama, kami disuguhi berbagai macam gorengan, snack, dan makanan ringan. Dengan santai, kami mengobrol dan bertukar pikiran dengan Pak Kasno. Pak Kasno memperkenalkan diri dan keluarganya. Di silaturrahmi ini kami sangat banyak mendapat motivasi, ilmu, dan pesan-pesan moril yang sangat bermanfaat. Selain kisah perkuliahannya, Pak Kasno juga menceritakan awal pertemuan dengan istrinya, awal masuk di UNPAD, dan sampai bisa keluar negeri. Pak Kasno yang dahulu berkuliah di UNPAD, kini menjadi dosen dan staf di kantor internasional UNPAD, demikian beliau bercerita. Pak Kasno merupakan salah satu penerima beasiswa pertama untuk masuk PTN pada tahun 1999, yang sekarang disebutnya BIDIKMISI. Karena beasiswa tersebut, Pak Kasno dapat kuliah di UNPAD. Setelah wisuda, Pak Kasno tidak langsung menjadi dosen di UNPAD karena pada saat itu belum ada ketertarikan beliau untuk menjadi seorang dosen. Pak Kasno berniat untuk menjadi wirausaha pada tahun 2003, sempat juga mengajar di bimbingan belajar. Setelah itu, Pak Kasno membuka rentalan laptop dengan teman-teman dari ITB. Ia pernah juga bekerja selama 3 tahun 11 bulan 27 hari di Penesia. Pernah juga beliau mengajar di sekolah di Bogor Raya yaitu Sekolah Internasional dengan gaji 3,5 juta sebulan berkat ilmu yang sudah didapat waktu kuliah. Pada tahun 2004, Pak Kasno bergabung di Trans TV, karena waktu itu Trans TV merupakan perusahaan baru yang sedang nge-tren sehingga ada rasa tergoda untuk bergabung. Kenyataannya, sehari-hari beliau di sana tidak seseru yang diekspektasikan sebab harus ada update setiap hari. Walaupun tidak lama, ilmu yang diperoleh dari pengalaman tersebut cukup banyak, misalnya dari Caherul Tanjung. Pada saat bekerja di Trans TV, beliau membawahi fresh graduate. Karena merasa ada ketidakcocokan dengan pekerjaannya, akhirnya Pak Kasno berhenti dari Trans TV dan kembali ke Bandung.

Setelah Kembali ke Bandung, rejeki Pak Kasno datang dari salah satu kampus di Bandung yaitu ITENAS yang membuka lowongan untuk menjadi dosen. Pak Kasno tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung saja mendaftar dan akhirnya lolos. Ketika itu, beliau juga bekerja sampingan menjadi guru les, tetapi lagi-lagi tidak berjalan lama. Akhirnya sekarang Pak Kasno menjadi dosen di UNPAD dan juga memiliki perusahan dibidang kesehatan yaitu Prosaina Ilmu Sejahtera yang berada di jalan Kebon Jati. Setelah panjang lebar bercerita tentang Pak Kasno dari awal sampai saat ini, kami mendapat banyak ilmu dan motivasi. Pak Kasno mengemukakan kesimpulannya bahwa sebenarnya anak-anak dari Kebumen memiliki potensi intelegensi yang bagus, hanya saja kurang dalam kemampuan Bahasa Inggris. Pesan yang lain juga diberikan kepada kami adalah bahwa sebagai mahasiswa sebaiknya jangan hanya belajar di kelas tapi cobalah untuk ikut organisasi yang ada di jurusan dan lebih bagus lagi yang berada di luar jurusannya. Jika ada kesempatan lomba dan beasiswa, ikuti saja, demikian beliau menyarankan. Kami juga diberi kunci sukses yaitu, kesuksesan dapat diraih dengan kita mendekatkan diri kepada Dzat Yang Maha Menciptakan. Bagi kami yang muslim, beliau menganjurkan untuk melakukan hal-hal yang wajib ditambah dengan sunah seperti sholat tahajud, puasa senin kamis, serta sholat dhuha, agar yang kami dapatkan menjadi suatu kebahagian dan juga keberkahan.

Waktu terus berjalan dan hari semakin sore. Tanpa kami sadari, jam dinding sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Sebelum pamit pulang, kami melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu. Setelah itu kami menutup acara hari itu dengan sesi foto dan berpamitan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasno dan keluarga yang telah mempersilahkan kami untuk bersilaturahmi ke kediamannya serta ilmu-ilmu yang telah diberikan. Kami pulang dengan rombongan yang sama seperti pada saat berangkat. Dari silaturahmi tersebut kami banyak memperoleh informasi dan inspirasi. Dan yang paling penting, silaturahmi tersebut mempererat hubungan kami dengan teman-teman kami serta tentunya alumni dari paguyuban kami tercinta. Kami juga akan terus meneruskan kegiatan silaturahmi ini kepada almuni-alumni Perhimak Bandung yang lain. Sampai jumpa di Silaturahmi Alumni Perhimak Bandung selanjutnya!

Kediaman Bapak Kasno dari Luar
Foto Bersama Silaturahmi Alumni di Rumah Bapak Kasno
Berbagi Cerita dan Pengalaman dengan Bapak Kasno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *